LATAR BELAKANG SEJARAH AKUNTANSI

1.1 Latar belakang/sejarah akuntansi

Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah

perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga

periode: tahun 4000 SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M

sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi

ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping

yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang

terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari

periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada

periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukan

lagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam

kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak

pada perubahan ilmu akuntansi modern (Basuki, 2000 : 173).

Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami

akuntansi sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam

pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan

sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama. Bila

dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya

pemahaman terhadap akuntansi masih berada pada tataran pertama dan kedua

yaitu sebagai alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk

pengambilan keputusan (Basuki, 2000 : 174).

Informasi akuntansi merupakan alat yang digunakan oleh pengguna

informasi untuk pengambilan keputusan (Nicholls dan Holmes, 1988 : 57),

terutama oleh pelaku bisnis. Dimana informasi akuntansi diharapkan dapat

didefinisikan sebagai sistem informasi yang bisa mengukur dan

mengkomunikasikan informasi keuangan tentang kegiatan ekonomi.

Informasi akuntansi sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan

dalam merumuskan berbagai keputusan dalam memecahkan segala permasalahan

yang dihadapi perusahaan. Informasi akuntansi yang dihasilkan dari suatu laporan

keuangan berguna dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi

kebutuhan uang kas di masa yang akan datang. Dengan menyusun proyeksi

tersebut secara tidak langsung akan mengurangi ketidakpastian, antara lain

mengenai kebutuhan akan kas (Sutapa, Rusdi, dan Kiryanto, 2001 : 200).

Informasi akuntansi berhubungan dengan data akuntansi atas transaksitransaksi

keuangan dari suatu unit usaha, baik usaha jasa, dagang maupun

manufaktur. Supaya informasi akuntansi dapat dimanfaatkan oleh manajer atau

pemilik usaha, maka informasi tersebut disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai

dengan Standar Akuntansi Keuangan.

Arus informasi akuntansi keuangan dari perusahaan kecil sangat

bermanfaat untuk mengetahui bagaimana perkembangan usaha perusahaan,

bagimana struktur modalnya, berapa keuntungan yang diperoleh perusahaan pada

suatu periode tertentu.

Holmes dan Nicholls (1989) mengungkapkan bahwa informasi akuntansi

yang banyak disiapkan dan digunakan perusahaan kecil dan menengah adalah

informasi yang diharuskan menurut undang-undang atau peraturan (statutory).

Selain itu, informasi akuntansi yang seharusnya dibutuhkan oleh manajemen

perusahaan kecil dan menengah dalam pengggunaan informasi akuntansi sangat

terbatas sekali. Philip (1977) mengungkapkan banyak kelemahan dalam praktik

akuntansi pada perusahaan kecil. Kelemahan tersebut disebabkan oleh beberapa

faktor, antara lain pendidikan dan overload standar akuntansi yang dijadikan

pedoman dalam penyusunan pelaporan keuangan (William et.al, 1989; Knutson

dan Henry, 1985; Nair dan Rittenberg, 1983; Wishon, 1985; Murray et al, 1983).

Dari uraian tersebut jelas bahwa industri menengah banyak mengalami

kesulitan dalam memahami informasi akuntansi dengan baik. Padahal dengan

semakin ketatnya persaingan bisnis dalam era globalisasi ekonomi, hanya

perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang akan mampu

memenangkan persaingan. Keunggulan tersebut diantaranya adalah kemampuan

dalam mengelola berbagai informasi, sumber daya manusia, alokasi dana,

penerapan teknologi, sistem pemasaran dan pelayanan. Sehingga manajemen

perusahaan yang profesional merupakan tuntutan yang harus segera dipenuhi

untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan secara baik.

Melihat begitu banyak peranan dan manfaat informasi akuntansi dalam

menciptakan arus informasi keuangan guna menunjang kelangsungan hidup

(going concern) industri menengah, maka melalui penelitian ini ingin mengetahui

pengaruh pengetahuan akuntansi, sakala usaha, pengalaman usaha dan jenis

usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi pada industri menengah.

Dalam penelitian ini ketidakpastian lingkungan diposisikan sebagai

moderating variable yang merupakan variabel yang dapat memoderasi

(memperkuat atau memperlemah) pengaruh pengetahuan akuntansi, sakala usaha,

pengalaman usaha, dan jenis usaha terhadap penggunaan informasi akuntansi.

Variabel ketidakpastian lingkungan sebagai variabel pemoderasi karena variabel

ini diduga mempunyai potensi yang cukup kuat mempengaruhi pengetahuan

akuntansi, skala usaha, pengalaman usaha dan jenis usaha terhadap penggunaan

informasi akuntansi. Informasi akuntansi yang digunakan dalam penelitian ini

terdiri dari informasi akuntansi statutori, anggaran dan informasi akuntansi

tambahan.

  1. 2. Isi

2.1 Definisi Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

2.1.1 Fungsi Akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.

2.1.2 Prinsip Akuntansi

Perusahaan terpisah dengan pemilik dan perusahaan lainnya, maksudnya akuntansi membedakan asset yang menjadi asset perusahaan dan asset milik pribadi pemilik.

Memenuhi keperluan, yaitu informasi yang dihasilkan akuntansi mempunyai tujuan yang jelas. Tidak asal dibuat. Hal ini menyebabkan sistem akuntansi suatu perusahaan tidak sama dengan sistem akuntansi perusahaan lainnya, karena setiap perusahaan mempunyai kebutuhan berbeda sesuai dengan pengaruh lingkungannya.

Memberikan informasi keuangan secara  kwantitatif mengenai perusahaan tertentu agar pemakai/manajemen dapat mengambil keputusan ekonomi

Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya  sehingga membantu pemakai/manajemen dalam menaksir kemampuan perusahaan memperoleh laba.

Menyajikan informasi mengenai perubahan-perubahan harta dan kewajiban serta informasi lainnya yang diperlukan.

  • Bermutu
  • Relevan
  • Jelas dan dapat dimengerti
  • Dapat diuji
  • Dapat dibandingkan
  • Lengkap
  • Netral

2.1.3 Siklus Akuntansi

Buku besar merupakan himpunan dari seluruh perkiraan atau rekening yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi yang timbul dalam perusahaan. Data dalam buku besar bisa dilakukan koreksi silang dengan jurnal selain hal tersebut data dari himpunan perkiraan buku besar merupakan sumber informasi yang paling pokok untuk mengetahui perkiraan-perkiraan riil maupun nominal yang ditimbulkan maupun selama satu periode. Saldo-saldo perkiraan buku besar tersebut merupakan bahan penyusunan neraca saldo atau Trial Balance.

  1. Menyusun Neraca Saldo, yaitu mengikhtisarikan saldo debit atau kredit rekening-
  2. menyusun data-data untuk adjusting, yaitu mengumpulkan dan memper-
  3. Neraca Lajur, yaitu melakukan penyesuaian data-data dalam neraca saldo dengan
  4. Menyusun Laporan Keuangan, yaitu melalui data-data yang terdapat di dalam
  5. Menyediakan dan menutup rekening-rekening, yaitu mencatat pos-pos
  6. Menyesuaikan kembali Neraca Saldo setelah penutupan, yaitu. untuk mengecek
  7. Menyesuaikan kembali rekening-rekening, yaitu membuat jurnal penyesuaian

2.1.4 Manfaat Akuntansi bagi perusahaan di lihat dari segi :

-         Bisnis

Manfaat di sisi bisnis dapat mengkontrol keluar masuknya pengeluaran dan pemasukan jasa ataupun barang. Menghitung laba dan rugi suatu bisnis setiap bulan ataupun setiap akhir tahun.

-         Pendidikan

Manfaat bagi pendidikan mengajarkan masyarakat ataupun pelajar di Indonesia agar lebih bertanggung jawab pada apa yang mereka keluarkan dan apa yang mereka dapat dari alat tukar barang ataupun jasa. Mengolah kembali pengeluaran ataupun mencatat agar dapat lebih hemat di kemudian hari. Intinya mengajarkan agar dapat lebih bertanggung jawab pada hidup diri sendiri.

2.2 Laporan Keuangan

Bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi dan kondisi keuangan, sangat membutuhkan informasi keuangan yang dapat diperoleh dari laporan keuangan. Informasi tersebut disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal dan laporan arus kas. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pihak-pihak yang go public dalam persiapannya untuk melakukan penawaran umum karena salah satu syarat perusahaan yang go public adalah harus menyerahkan laporan keuangannya selama dua tahun terakhir yang sudah diperiksa oleh akuntan publik.

Setiap perusahaan mempunyai laporan keuangan yang bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan secara ekonomi. Laporan keuangan harus disiapkan secara periodik untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Pengertian laporan keuangan menurut Baridwan (1992 : 17) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan.

Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.Sedangkan definisi laporan keuangan menurut Munawir (1991 : 2) laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan.

Dapat disimpulkan laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2.2.1 Isi Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah suatu laporan tertulis yang merupakan bentuk pandangan secara wajar mengenai posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertangggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka

2.2.2 Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan

Ada tiga laporan keuangan dasar yang biasa digunakan untuk menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan : neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas (Keown dkk., 2001 : 107).
Neraca menggambarkan mengenai aktiva, utang dan ekuitas para pemilik perusahaan untuk tanggal tertentu, sedangkan laporan laba rugi menggambarkan pendapatan bersih dari kegiatan operasi perusahaan selama periode tertentu. Laporan arus kas menggabungkan informasi dari neraca dan laporan laba rugi untuk menggambarkan sumber dan penggunaan kas selama periode tertentu dalam sejarah hidup perusahaan.
1. Neraca
Menurut Graham Mott (1996 : 32) neraca merupakan suatu gambaran keuangan perusahaan pada satu saat, biasanya pada hari terakhir bulan atau tahun. Satu sisi neraca menunjukkan nilai semua aktiva yang dimiliki perusahaan, dan sisi yang lain menunjukkan sumber-sumber dana untuk memperoleh aktiva tersebut. Amin Widjaja Tunggal (1997 : 17) dalam bukunya “Akuntansi Untuk Perusahaan Kecil dan Menengah” menyatakan Neraca sebagai suatu gambaran posisi keuangan suatu badan usaha pada saat tertentu yang lazimnya disajikan dalam bentuk, aktiva, hutang dan modal. Menurut definisi akuntansi neraca dalam keadaan “seimbang” karena adanya sifat :
Posisi keuangan disusun berdasarkan saldo perkiraan buku besar sebagai hasil atas berlangsungnya transaksi-transaksi yang berkaitan dengan kegiatan usaha sepanjang masa tertentu yang diolah sedemikian rupa, sehingga pengolahan data transaksi kegiatan usaha tersebut tidak saja dicatat secara historis, tetapi juga harus memenuhi prinsip-prinsip akuntansi.
Secara umum neraca terdiri atas aktiva atau kekayaan (assets), kewajiban-kewajiban (liabilities) dan modal (capital) yang menerangkan posisi keuangan suatu usaha sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi. Adapun pembagian pos-pos dalam neraca sebagai berikut :
a. Aktiva
Aktiva adalah saldo debet (debit balances) yang berisi segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan (Gill dan Chatton, 2003 : 4). Aktiva terbagi menjadi dua, yaitu :
1) Aktiva lancar, yaitu segala assets atau aktiva yang dapat diubah menjadi uang tunai (kas) selama setahun.
2) Aktiva tetap, yaitu sering disebut aktiva jangka panjang, berupa barang-permanen, seperti bangunan dan peralatan utama.
b. Kewajiban
Kewajiban (liabilities) adalah segala sesuatu yang harus dibayarkan kepada kreditur, kewajiban merupakan hutang perusahaan kepada pihak lain. Kewajiban terbagi menjadi dua, yaitu (Gill dan Chatton, 2003 : 10) :
1) Kewajiban lancar atau kewajiban jangka pendek, yaitu : jumlah seluruh uang yang dipinjam oleh perusahaan yang harus dikembalikan (jatuh tempo) dalam waktu setahun.
2) Kewajiban jangka panjang, yaitu segala kewajiban seperti hipotek, surat obligasi, pinjaman bersyarat, dan sebagainya dan dilunasi dalam waktu lebih dari setahun sejak tanggal pinjaman.
c. Modal
Modal adalah hak pemilik atas kekayaan perusahaan dan merupakan sisa dari jumlah kekayaan setelah dikurangi kewajiban-kewajiban (Amin Widjadja Tunggal, 1997 : 20) :

2. Laporan Laba (Rugi)
Laba adalah sejumlah nominal yang menunjukkan perkembangan kegiatan usaha suatu perusahaan. Laporan laba (Rugi) memiliki peranan penting di sini, yaitu sebagai alat ukur efisiensi manajemen perusahaan dan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. SFAS No 1 mengatakan bahwa fokus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi kinerja perusahaan yang ditunjukkan dari informasi laba dan komponennya dan tujuan utamanya memberikan informasi yang berguna bagi mereka yang paling berkepentingan stakeholder dalam laporan keuangan (Hendriksen dan Van Breda, 2000 : 309) dalam Rahadi Ari Baskoro (2007 : 30). Perhitungan laba (rugi) mengukur arus dari pendapatan dan beban (expenses) selama satu selang waktu, yang biasanya satu tahun. Persamaan perhitungan laba (rugi) dasar adalah (Weston dan Copeland, 1995 : 29). Bentuk persamaan dasarnya:

Laporan rugi/laba adalah laporan yang memuat ikhtisar dari pendapatan dan biaya-biaya dari suatu kesatuan usaha untuk suatu periode tertentu. Laporan laba/rugi digunakan pada perusahaan untuk mengukur kinerja perusahaan dalam periode tertentu dan meramal kondisi perusahaan yang akan datang, oleh karena itu arti laba menjadi sangat penting di dalam laporan keuangan (Amin Widjadja Tunggal, 1997 : 21).
Menurut Graham Mott (1996 : 18) terdapat tiga jenis laporan rugi laba, yaitu sebagai berikut :
a. Laporan (rugi) laba (profit and loss account), bentuk yang digunakan oleh semua Perseroan Terbatas dan perusahaan-perusahaan dagang lain yang motif labanya nyata.
b. Laporan pendapatan revenue account, dipakai oleh pemerintah daerah (local authority) dan beberapa lembaga kemasyarakatan.
c. Laporan pendapatan dan pengeluaran (income and expenditure account) digunakan oleh yayasan yang motif labanya bukan merupakan tujuan utama organisasi. Sebagai contoh, yayasan amal atau yayasan sosial, laporan ini sama persis seperti laporan (rugi) laba kecuali pajak dan dividen tidak relevan untuk organisasi ini.
Ketiga laporan tersebut membandingkan pendapatan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan dan secara luas mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang sama, perbedaanya terdapat pada sumber pendapatannya dan penilaian surplus dan defisit terhadap ketiga jenis laporan (rugi) laba tersebut.
Dari beberapa pengertian di atas disimpulkan bahwa laporan laba (rugi) mengukur kinerja keuangan perusahaan selama satu periode tertentu dengan membandingkan penjualan yang dihasilkan dengan pengeluaran biaya yang terjadi pada selama satu periode dan menunjukkan apakah laba perusahaan mengalami surplus atau defisit yang merupakan kinerja keuangan perusahaan tersebut.
3. Laporan Arus Kas
Arus Kas adalah kas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dan digunakan untuk membayar kepada kreditur dan pemegang saham (Ross dan Westerfield dalam Ahmad Hanin Fatah, 2002 : 19). Laporan arus kas adalah alat perencanaan yang akan membantu kita pada masa yang akan datang, menentukan kapan uang tunai diperlukan untuk membayar tagihan-tagihan, membantu manajer membuat keputusan usaha dan membantu kita dalam mengatur segala sesuatu aktivitas kas sebelum kas benar diperlukan. (Gill dan Chatton, 2003 : 22).

2.2.3 Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.

Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

2.2.4 Manfaat Keuangan Bagi

Perusahaan

Manfaat bagi perusahaan : sebagai bahan pertimbangan dalam efektivitas pengambilan keputusan pemberian kredit investasi di suatu perusahaan, Untuk mengumpulkan data yang diperlukan, penulis melakukan penelitian lapangan dengan instrumen berupa kuesioner, wawancara dan observasi, serta penelitian kepustakaan. Adapun untuk melakukan pengujian hipotesis penulis menggunakan metode persentase, Laporan keuangan sebagai bahan pertimbangan Investasi dan untuk mengetahui tingkat ROI, nya, dan profitabilitas usaha

Rumah tangga

Manfaat bagi rumah tangga : dalam rumah tangga manfaat keuangan sebagai pengatur pemgeluaran yang akan terjadi , dengan adanya laporan keuangan tersebut di dalam keluarga juga bisa mengatur pengeluaran dr pendapatan yang diterima .

Pendidikan

Manfaat bagi pendidikan adalah : dalam pendidikan sebagai pengatur dana dalam pendidikan sehingga dapat juga memenuhi sarana dan prasarana dalam pendidikan tersebut.

Kesimpulan

Akutansi merupakan bentuk catatan yang biasa terjadi di dalam dunia bisnis ataupun sebagai sumber informasi dalam pengambilan keputusan. Yaitu dapat mengetahui bagaimana perkembangan suatu perusahan, berapa keuntungan yang diperoleh perusahaan pada satu periode.Informasi akuntansi berhubungan dengan data akuntansi atas transaksi-transaksi keuangan dari suatu unit usaha, baik usaha dagang, maupun manufaktur.

Prinsip akuntansi yaitu :

  1. Perusahaan terpisah dengan pemilik dan perusahaan lainnya.
  2. Memenuhi keperluan
  3. Memberikan informasi keuangan secara kwantitatif mengenai perusahaan tertentu.
  4. Memberikan informasi keuanagn yang dapat dipercaya.
  5. Menyajikan informasi perubahan-perubahan harta dan kewajiban serta informasi lain yang dibutuhkan.

Sedangkan laporan keuangan merupakan catatan keuangan dari suatu periode akuntansi yang digunakan untuk kinerja dalam suatu usaha. Dengan adannya laporan keuangan , suatu usaha dapat dinilai perkembangan dalam usaha tersebut, atau sebagai tanggung jawab dalam pengaturan keuangan.

Hampir seluruh kegiatan bisnis menggunakan akuntansi, tanpa akuntansi akan sulit untuk melihat posisi keuangan suatu organisasi berserta perubahan yang terjadi dalam suatu kegiatan bisnin.

Sehingga akuntansi sagatlah penting dalam kehidupan sehari-hari , tidak hanya dalam sebuah perusahaan saja yang harus di dasari oleh akuntansi tetapi kehidupan rumah tangga pun memerlukannya .

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: